Showing posts with label Cerita Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Cerita Keluarga. Show all posts

Monday, 17 September 2012

Graffiti Wallpaper by Javas (1,3 Tahun)


Grafiti (dalam bahasa inggris graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan atau lukisan pada dinding menggunakan alat cat semprot kaleng, sapuan cat dengan kuas atau kapur, yang memperhatikan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. 
Pada awalnya kebiasaan melukis di dinding dilakukan oleh manusia primitif untuk mengkomunikasikan perburuan mereka. Kemudian berkembang menjadi sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu. Baru pada zaman Romawi, kegiatan grafiti digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan ketidakpuasan, hal ini dibuktikan dengan adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding - dinding bangunan reruntuhan kota Pompeii.
Dan saat ini sering kita jumpai seni grafiti di dinding - dinding pinggir jalan, terutama di kota - kota besar. Asalkan ditata dengan baik grafiti menjadi pertunjukan seni yang menarik untuk turut menghiasi kota.

Seni grafiti itu kami jumpai di rumah kami. Hehehehe,  lihat video berikut ini :
 







Saturday, 15 September 2012

Happy Birthday Ayah, Little Cake Big Love




Jijik !! Air PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Mengandung Cacing

Kami ingin komplain dan sharing pengalaman tentang kekecewaan kami sekeluarga terhadap PDAM di Tangerang. Kami adalah pelanggan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang. Memang kami belum lama menjadi pelanggan PDAM tersebut, sekitar 6 bulan. Pada awalnya kami cukup senang dengan kualitas air yang kami terima. Namun, setelah 3 bulan air yang nyampe ke rumah kami mulai sering keruh, sebentar bersih lagi dan kemudian keruh dan kotor. 
Oh iya sebelum kami lanjutkan, kami sampaikan bahwa kami tinggal di perumahan Buana Gardenia Kota Tangerang. Kejadian yang sangat mengecewakan dan jijik terjadi tanggal 15 September 2012 (Kalender Indonesia). Saat bangun pagi, hendak ambil air wudhu di kamar mandi, saya agak heran air yang keluar dari keran tidak lancar. Jenis Kran yang terpasang ada saringannya. Awalnya saya tidak menaruh curiga apapun, karena dulu air pernah keruh, saya mengira mungkin ada pasir atau serat - serat tertinggal di saringan kran sehingga menutupi lubang atau pori - pori saringan. Lantas saringan saya buka dan saya siram dari luar dan dari dalam tanpa memperhatikan detail apa yang menutup pori - pori saringan. Setalah itu, saringan saya pasang lagi, air belum bisa keluar dengan lancar padahal saya sudah merasa bahwa saringan sudah bersih, cuek saja saya berwudhu dan lalu keluar kamar mandi. 
Tidak lama, Giliran istri saya masuk kamar mandi karena hendak buang air, istri saya mengisi air di bak mandi. Kaget bukan maen, istri teriak manggil saya yang baru selesai sholat. Tanpa pikir panjang bergegas saya menuju kamar mandi, kami berdua melihat bak mandi, Oh My God air yang keluar dari kran mengandung cacing dan jentik yang jumlahnya tidak sedikit dan terlihat jelas di bak mandi yang berwana putih. Jijiiiiiik !!! istri saya langsung keluar kamar mandi. Melihat pemandangan itu, tak berhenti saya meludah dan kumur pakai air minum, teringat tadi saya wudhu pakai air itu, dan berfikir bahwa yang menutup pori - pori saringan kran tadi adalah cacing. Huweeek !! ngebayangin cacing - cacing itu berenang di mulut saya dan nyangkut di sela - sela gigi saya. Berdoa semoga tidak ada yang tertelan. Tak percaya dengan kejadian di kamar mandi, saya bawa ember kecil warna hijau, saya sampling air di setiap titik kran air keluar. Semua kran mengeluarkan air dan cacing - cacing kecil. Tak percaya kejadian di rumah kami, lantas saya pergi ke rumah tetangga depan rumah yang juga berlanganan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang. Dan benar Air PDAM yang diterima tetangga kami juga mengandung cacing. Oh God, ini tidak bisa dibiarkan, kami pelanggan baik yang taat membayar tagihan setiap bulan tanpa komplain berapapun tagihan kami. Saya jelas Kecewa, sedikit marah tapi tidak marah yang terlalu karena putra saya melarang saya marah (putra saya umur 3,6 tahun). 


Saya ambil kunci motor, anak saya mengikuti ikut naik, saya gas motor saya menuju kantor atau site penampungan air PDAM Tirta Benteng yang letaknya masih di komplek perumahan. Beruntung saya bisa menemui seorang pegawai yang lagi duduk di depan bersama seorang security. Mungkin mereka sudah mengira maksud kedatangan saya melihat ekspresi muka asem yang saya tunjukkan. Tanpa basa basi saya tanya kepada pegawai (entah namanya siapa, tidak berpikir penting nanya nama saat itu). saya tanya kenapa air PDAM yang kami terima banyak cacingnya. Pegawai itu menjawab dengan sedikit gemetar mengakui bahwa airnya memang mengandung cacing yang disebabkan oleh bahan baku air yang diterima tidak bersih, sudah dilakukan pengurasan, dan di titik - titik tertentu sudah dipasang plastik untuk menyaring cacing - cacing, kemungkinan kalau masih mengandung cacing berarti plastiknya ada yang bocor. Mendengar jawaban itu dalam benak saya ini PDAM ini benar - benar tidak profesional. 
Apa mereka tidak berfikir tentang kesehatan konsumen, apa dampaknya kalau air yang dikonsumsi oleh pelanggan keruh dan mengandung cacing, jentik dan binatang hidup yang lain. lebih jauh saya berfikir, seperti apa peralatan pengolahan yang mereka gunakan, sehingga cacing mengalir ke rumah pelanggan dan airnya keruh. What everlah itu harus dipikirkan oleh manajemen mereka terutama Direktur nya. 


Urusan saya adalah menerima air bersih dan sehat. selepas ngomel sama tuh pegawai kami balik kerumah. Kantor pengaduan keluhan mereka tidak bisa dihubungi, so saya dokumentasikan cacing - cacing bawaan air PDAM Tirta Benteng dan sengaja saya Upload ke Youtube dengan maksud agar pelanggan - pelanggan lain lebih waspada dan Manajemen PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang bereaksi cepat untuk mengatasi hal tersebut. Saat itu saya tutup keran masuk dari PDAM Tirta Benteng dan saya menikmati air sumur yang lebih bersih dan sehat.

Kepada Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, kami sampaikan kebutuhan kami sebagai pelanggan bahwa kami membutuhkan AIR BERSIH dan SEHAT.

Salam


Monday, 27 February 2012

[Cerita Keluarga] Kakek dan Nenek Pulang Naik Kereta

Terima kasih kakek, terima kasih nenek atas kunjungannya ke rumah baru kami. Ya....meskipun kurang lama singgahnya. Mohon maaf kami tidak bisa memberi apa - apa, kami tidak bisa mengantar kakek dan nenek sampai di rumah. Kami hanya bisa mengantar sampai stasiun Pasar Senen, naik Kereta Api Bangunkarta. Doakan agar kami sekeluarga sehat dan selalu dalam lindungan-Nya. Semoga kakek dan nenek selalu sehat... Amiin.  
Jakarta 26 Feb 2012.

Di Depan Rumah

pipis dulu sebelum berangkat ngantar kakek dan nenek ke stasiun


Nunggu kereta di st. pasar senen


Cisss dulu dgn background kereta






kek, Nek, keretanya datang


Daaaagh kakek daaaagh nenek

Friday, 24 February 2012

[Cerita Keluarga] Kevin Datang di Tangerang

Hello Kevin, Selamat datang di Tangerang. Kevin di rumah tidak lama, relatif cuma 4 Hari, sehingga belum sempat pergi ke mana - mana melihat kota Jakarta. Namun, kami  sempatkan malam - malam ajak jalan - jalan di Lippo Supermall Karawaci, untuk sekedar memuaskan hasrat bermain di Time Zone. Ini hasil jepretan Kamera BB yang kurang bagus gambarnya. hehehehehe.....


Javas dan Kevin
 
Injek Gas Poooooollllllll

Ngeeeeennnng........

Mbrem mbrem .......

Mami : Ayo tembaaaak,,, dor dor

Kevin : Yah, Ma,,,, Daaaaaag

Javas : Mi, umbilnya mogok

Javas n Mami : Daaaaaag yayah



Kevin maem nasi goreng abis sepiring

[Cerita Keluarga] Pindahan Rumah

Setelah Renovasi
Proses pindah rumah terasa cukup panjang dan rumit. Ini yang kami rasakan, setelah melewati beberapa proses yang cukup panjang dan melelahkan serta menguras cukup banyak isi buku tabungan. Kurang dari setahun proses - proses tersebut kami lewati, mulai dari survey mencari lokasi rumah yang strategis (dekat terminal/pool transport, dekat ke Jakarta dan aksesnya gampang, dekat pasar dan tentunya tidak banjir), dilanjut dengan pengurusan KPR ke BANK sampai dengan renovasi rumah yang perlu dilakukan, karena kondisi rumah yang tidak terlalu bagus akibat hampir dua puluh tahun sejak beli tidak pernah ditempati oleh pemilik sebelumnya.  Akhirnya keinginan untuk pindah ke rumah "layak" (besarnya cukup, kamarnya cukup, tampilannya bagus) yang selama ini menjadi mimpi terkabulkan juga, Alhamdulillah. Terhitung sejak tanggal 11 Februari 2012, kami resmi menempati rumah baru. Kami yang sejak tanggal 29 September 2007 tinggal di Perum Buana Gardenia Blok F-6 No 6, kini pindah di lokasi yang tidak terlalu jauh, yaitu di Blok E-5 No 27, masih di perumahan Buana Gardenia Kecamatan Pinang Kota Tangerang, tepatnya 200 meter di belakang Rest Area KM 13,500 Jalan Toll Jakarta - Tangerang. Pemilihan waktu pindah rumah, kami lakukan setelah tanya para orang tua, dan informasi yang kami dapatkan dari www.indospiritual.com karena kami percaya semua hari itu baik tetapi ada yang lebih baik. Acara syukuran pindah rumah kami lakukan sederhana dengan mengundang kelompok pengajian ibu - ibu, syukuran ini bertujuan untuk berkenalan dengan tetangga dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kenikmatan yang telah diberikan kepada kami. Hari berikutnya, saya sengaja ijin tidak kerja untuk angkat - angkat isi rumah, dibantu oleh istri yang kebetulan libur karena dapat jatah cuti besar dari kantor tempat bekerja serta dibantu adik ipar yang memaang sengaja datang ke Jakarta bersama Ibu untuk menengok kami. 

Minggu pertama kami menempati rumah, Javas anak pertama kami yang berusia 3 tahun rewel setiap malam minta pulang. hehehehe....... berulang kali kami katakan ke dia bahwa ini adalah rumanhya, ini kamarnya, ini semua mainan juga ada di sini, namun karena mungkin suasana masih asing, malam pertama tepatnya jam 1 malam, rewelnya tidak bisa dibujuk, nangis meronta minta pulang. Terpaksa kami gendong dia menuju rumah lama, kami ajak masuk dan kami tunjukkan kondisi rumah yang kosong dan kotor karena sisa - sisa barang belum kami bersihkan. Kami rayu Javas supaya mau menempati rumah baru, kami katakan rumah lama ini kecil, jelek dan kotor. Akhirnya luluh juga hatinya dan mau balik lagi ke rumah baru. Hari kedua, ketiga, sesekali terbagun di tengah malam minta pulang, namun sudah bisa dibujuk dan tidak serewel  di malam pertama pindahan. Harapan kami, rumah yang kami tempati ini menjadi rumah tempat berlindung, rumah penuh kasih sayang, rumah tempat belajar, rumah tempat beribadah, rumah yang menyenangkan, rumah yang penuh berkah dari Allah SWT. Baiti Jannati..... Amiiin

Kondisi Rumah sebelum renovasi


 

Thursday, 4 February 2010

[Cerita Keluarga] Nengok Kampung Halaman

Pulang kampung di Pare, Kediri pada 1 Januari 2010. Perkenalan Javas dengan kakek, nenek dan semua keluarga di Pare.