Showing posts with label Cerita Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Cerita Kesehatan. Show all posts

Tuesday, 4 January 2011

Tips Menjadikan Anak Jenius dan Kreatif

Semua orang tua menginginkan anak yang cerdas, anak pintar yang kelak hidup sukses, punya masa depan cemerlang. Bagaimana cara mendidik anak agar cerdas ? Apa tips menjadi anak pintar ? Bagaimana mendidik anak sejak dini agar menjadi pandai ? Beriku tips dari dr. Taufiq Pasiak, peneliti neurosains, penulis buku Buku Manajemen Kecerdasan (Memberdayakan IQ, EQ, dan SQ untuk Kesuksesan Hidup).

Menurut dr. Taufiq Pasiak, anak cerdas adalah anak yang otak rasional, otak emosional, dan fungsi-fungsi motoriknya berjalan secara baik. Jika hanya salah satu yang berkembang, itu akan menghilangkan salah satu bekalnya dalam mengarungi kehidupan dewasa yang lebih keras. Jauh lebih mudah meningkatkan kemampuan otak rasional dan fungsi motorik daripada otak emosional seorang anak.

Otak rasional berpusat di kulit otak (mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan berpikir rasional, seperti berhitung, memecahkan masalah, dan lain-lain). Otak emosional berpusat di sistem limbik (mengurusi soal perasaan: bagaimana kita menguasai diri, mengendalikan, dan bertindak sesuai dengan kadarnya).

Tips / cara membuat anak cerdas, jenius, dan kreatif, setidaknya ada 5 hal yang harus diperhatikan betul:

1. Makanan
Ini amunisi otak yang sangat penting. Anak-anak yang kekurangan gizi umumnya memiliki otak yang kurang berkembang. Konsumsi ikan yang cukup, ASI, vitamin, dan mineral merupakan amunisi yang tepat bagi otak. Apa pun kursus yang Anda berikan untuk anak anda tanpa memberinya makanan yang tepat, samalah artinya dengan mengisi ruangan tanpa menguatkan dinding-dindingnya. Gizi adalah bahan baku proses-proses seluler, terutama untuk pembangunan struktur otak.

2. Lingkungan
Makin bervariasi lingkungan hdup anak Anda, makin baik perkembangan otaknya. Warna, bentuk, orang-orang yang berbeda, suasana yang bervariasi, dan lain-lain lebih mudah menstimulasi otak dibandingkan yang homogen. Jika Anda menciptakan lingkungan yang kaya dengan permainan, otak anak Anda berkembang dengan sangat pesat. Karena itu, sebisa mungkin, tempat tidur, tempat belajar (terutama di sekolah-sekolah), dan ruangan keluarga dapat diubah setiap jangka waktu tertentu. Anda perlu juga mengajaknya ke tempat-tempat yang penuh dengan hal-hal baru, seperti di pantai, gunung, dan lain-lain. Semakin bervariasi lingkungan, semakin cepat koneksi sel saraf terjadi.

3. Pengalaman emosional
Sistem limbik lebih dulu matang dibandingkan dengan kulit otak. Akibatnya, anak-anak menjadi sangat peka terhadap rangsangan dan pengalaman emosional. Semua pengalaman emosional yang diberikan pada rentang usia 0-7 tahun ini akan sangat berpengaruh dalam membentuk jalinan antar sel saraf. Pada usia ini, kontrol diri, kesabaran, kerja sama, empati, dan lain-lain lebih mudah dilatih dan tertanam kuat dalam otak dibanding berhitung, membaca, atau kegiatan-kegiatan kalkulatif lainnya. Jangan lupa, kematangan emosional ini lebih menentukan kesuksesan anak Anda di masa depan ketimbang kemampuan berhitung dan main komputer.

4. Stimulasi rasional
Hal-hal yang baru (novelty), menantang (challenge), padu (coherent), dan penuh makna (meaningful) lebih cepat memengaruhi otak ketimbang hal-hal yang lazim dan biasa. Jika setiap hari Anda memperkenalkan kata-kata baru kepada anak Anda, teknik-teknik baru dalam berhitung, tugas-tugas yang menantang dan penuh makna (misalnya, membuat percobaan fisika yang berkenaan dengan hal-hal sehari-hari), otaknya akan lebih cepat berkembang. Hal-hal yang menantang, seperti menemukan bentuk tertentu dalam banyak bentuk, dapat memperbanyak hubungan sel saraf. Origami (seni melipat kertas) adalah salah satu cara memperbanyak hubungan sel saraf. Attention of details juga merangsang otak. Berikan sebuah batu kerikil atau dedaunan kepada anak-anak. Mintalah mereka mencermati alur, warna, bentuk, dan ciri-ciri lain yang tidak tampak jika hanya dilihat sepintas. Perhatian pada hal-hal kecil, terutama bentuk dan warna, membuat sinaps saraf bertambah banyak.

5. Aktivitas fisik
Aktivitas fisik memengaruhi otak dengan tiga cara: 1) meningkatkan sirkulasi darah ke otak. Artinya, oksigen, gula, dan zat gizi juga bertambah. 2) Memengaruhi produksi hormon NGF (Nerve Growth Factor); dan 3) merangsang produksi dopamin. Zat ini berfungsi penting dalam menata perasaan (mood) anak Anda. Semakin sering dan terampil ia melakukan kegiatan fisik, semakin baik perkembangan otaknya.

Lima hal di atas tidak berdiri sendiri. Semuanya saling melengkapi dan saling memengaruhi. Anda tidak boleh mengedepankan dan memprioritaskan satu di antara yang lain. Jika Anda harus memilih yang utama, disarankan untuk melatih emosi anak Anda lebih dulu. Kematangan emosi memerlukan waktu tertentu untuk berkembang. Sedangkan kecerdasan rasional dapat Anda tingkatkan kapan saja Anda mau.


Sumber : Ibujempol

Wednesday, 1 December 2010

Stimulating the Right Brain and Left Brain

Creativity and imagination are very important in one's life. If early on creativity of children is developed, it will be formed later in her personal attitude and creative and does not depend on the environment.

He'll be better prepared and able to adapt to the changes and demands that occur in its environment.

The human brain consists of left and right hemispheres. The left brain is associated with academic function that consists of speaking abilities, the ability to process grammar, reading and writing, memory (name, time and events), logic, numbers, analysis, and others. While the right brain space for the development of things that are artistic, creativity, feelings, emotions, style, rhythm music, imagination, fantasy, color, introducing themselves and others, socialization, personality development. Experts say many of the left brain as the controlling IQ (Intelligence Quotient), while the right brain plays an important role for the development of EQ (Emotional Ouotient) a person.

Unfortunately, the learning system in our country still refer to simply right-brain development. Whereas in Europe and America for example, education is applied in the form of dancing, singing, painting and so forth at the beginning of education. They are sure to stimulate the arts, creativity and imagination first, when learning mathematics and the analogical later could be better. This condition is reversed in Indonesia, which appears from its national curriculum looks likely to neglect the development of creativity and imagination of children.

Yet creativity and imagination is very important in one's life. If early on creativity of children is developed, it will be formed later in her personal attitude and creative and does not depend on the environment. Thus, he will be better prepared and able to adapt to the changes and demands that occur in its environment.

However, it does not mean right hemisphere is more important than the left hemisphere, or vice versa. Both are very important, therefore both must be developed in a balanced way for the function of each hemisphere to walk a balanced and mutually reinforcing. If only focused on one hemisphere, the hemisphere that are less developed will be hampered in carrying out its functions. Children to be poor when he has more creativity is stimulated to use his left brain hemisphere. Conversely, if the right brain hemisphere functions are more often used, the child will actually slow in thinking logical, linear and regularly which is also used in everyday life. Some of the exercises and this habit should be done every day.

Improve Memory and Logic Thinking

Many parents who believe that by once reading a smart kid will be able to remember well. So when a child and then forgot what he had read and considered memory is low. Indeed there is 1% of children who like it, but most children take at least 3 times to repeat and remember it back in for strong embedded in his mind. So do not get bored repeating the reading lessons are things that must be conditioned on the child. Since not understand it then we as parents have to motivate them. By playing guessing game for example then the child will be encouraged to recall what he has just read. Or sometimes parents and children to hear it read, then asked the boy back a few things to remember. Even playing this guessing game can be done each time, over dinner, while watching TV, in the course of her school for example.

Viewer tool and Optimize five senses

Props are a great tool to create memories of a child is getting stronger and easier to digest, so the analogy-logic operations. For example describes the distribution, use pebbles or seeds so that children easily understand that the 20 seeds if equally divided by 2 then each part will amount to ten. With the many tools that can be touched, seen, smelled and heard it will be even stronger memory of children. So optimizing the five senses to form a strong impression on his memory.

Familiarize Neat and Discipline

As for helping the child does not forget things and not careless, then the child usually acts neat and discipline to put the goods in accordance with the place. For example, differentiate on where to put his school equipment, textbooks, tools to play, equipment skills, school books or comic books. This little habit that will shape the attitudes underestimated careless and forgetful to adulthood.

Music, Art and Sports

In the morning, turn on the dynamic music, daytime music more soothing for the child to rest. Any music is a powerful stimulant to calm us or give encouragement. Encourage children to develop artistic talent or sports that look like '. Play that requires a lot of physical movement is also one form of mild exercise are good for stimulating the right brain, such as cycling or the chase. Even better if more routine and controlled such as swimming, jogging one morning each week, karate, etc..

Reading and Speaking of Good and True

Reading is the world's media to open the window. Habit of reading good books that have vocabulary and good dialogue is an example that is often the subject of child imitation of everyday language. So give reading books of quality. Similarly, the way we speak will often hear a sample of children and also how to communicate with others, so use way of speaking well and correctly. Reading stories before bed, in addition will increase the child's vocabulary will also practice speaking in accordance with the dialogue he was hearing.

Train Disappointed Endurance of Pain

Many parents who feel guilty because of his childhood of deprivation or feel less time for children, and then replace it by meeting the demand for children. In the end the child did not even feel how it feels to be rejected her desire, how to resist the urge, or feeling disappointed when it failed to achieve a thing. Yet these things are very useful to stimulate the ability of self control and emotional stability training, the ability of right brain associated with emotional intelligence in the future. So we may occasionally do so, but of course do not let kids prolonged frustration, communication and give the sense that the child can learn to tolerate and adapt to a sense of disappointment. Good practice and condition her into a routine and good habits.

Source: http://radmarssy.wordpress.com

Thursday, 15 July 2010

[Cerita Kesehatan] Merangsang Otak Kanan dan Otak Kiri

Kreativitas dan imaginasi sangatlah penting dalam kehidupan seseorang. Jika sedari dini kreativitas anak sudah dikembangkan, maka kelak dalam dirinya akan terbentuk sikap dan pribadi kreatif dan tidak tergantung pada lingkungannya.

Dia akan lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam lingkungannya.

Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Ouotient) seseorang.

Sayangnya sistem pembelajaran di negeri kita masih mengacu pada perkembangan otak kanan semata. Padahal di Eropa dan Amerika misalnya, pendidikan yang diterapkan berupa kegiatan menari, menyanyi, melukis dan sebagainya pada awal-awal pendidikan. Mereka yakin dengan merangsang seni, kreativitas dan imajinasi terlebih dahulu, ketika belajar yang matematika dan analogis nantinya bisa lebih baik. Kondisi ini terbalik di Indonesia yang nampak dari kurikulum nasionalnya tampak cenderung melalaikan pengembangan kreativitas dan imajinasi anak.

Padahal kreativitas dan imajinasi sangatlah penting dalam kehidupan seseorang. Jika sedari dini kreativitas anak sudah dikembangkan, maka kelak dalam dirinya akan terbentuk sikap dan pribadi kreatif dan tidak tergantung pada lingkungannya. Dengan demikian maka dia akan lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam lingkungannya.

Namun, bukan berarti belahan otak kanan lebih penting daripada belahan otak yang kiri, ataupun sebaliknya. Kedua-duanya sangat penting, karena itu keduanya harus dikembangkan secara seimbang agar fungsi masing-masing belahan berjalan seimbang dan saling menguatkan. Jika hanya terfokus pada salah satu belahan maka belahan yang kurang berkembang akan terhambat dalam menjalankan fungsinya. Anak menjadi miskin kreativitas bila ia lebih banyak dirangsang untuk menggunakan belahan otak kirinya. Sebaliknya jika fungsi belahan otak kanannya yang lebih kerap digunakan, nantinya anak malah lambat dalam berpikir logis, linier dan teratur yang juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa latihan dan kebiasaan ini sebaiknya dilakukan tiap hari.

Meningkatkan Daya Ingat dan Logika Berpikir

Banyak orangtua yang berpandangan bahwa dengan sekali membaca anak yang pintar akan bisa mengingatnya dengan baik. Maka ketika seorang anak kemudian lupa pada apa yang baru dibacanya kemudian dianggap daya ingatnya rendah. Memang ada 1% anak yang seperti itu, tetapi kebanyakan anak membutuhkan waktu paling tidak 3 kali untuk mengulang dan mengingatnya kembali agar kuat tertanam di benaknya. Jadi tidak bosan mengulang membaca pelajaran adalah hal yang harus dibiasakan pada anak. Karena belum paham hal tersebut maka kita sebagai orangtua harus memotivasi mereka. Dengan bermain tebak-tebakan misalnya maka anak akan terdorong untuk mengingat kembali apa yang barusan dibacanya. Atau sesekali orangtua yang membaca dan anak mendengarnya, kemudian tanya anak kembali beberapa hal yang diingatnya. Bahkan main tebak-tebakan ini bisa dilakukan tiap waktu, sambil makan malam, sambil menonton TV, dalam perjalanan mengantarnya sekolah misalnya.

Alat Peraga dan Optimalkan Panca Indera

Alat peraga merupakan alat bantu yang sangat bagus untuk membuat ingatan anak makin kuat serta mudah mencerna sehingga daya analogi-logikanya berjalan. Misalnya menerangkan pembagian, pergunakan kerikil atau biji-bijian sehingga anak mudah memahami bahwa 20 biji kalau dibagi 2 maka sama rata tiap bagian akan berjumlah sepuluh. Dengan makin banyak alat bantu yang bisa disentuh, dilihat, dibaui dan didengarnya maka akan makin kuat memori anak. Jadi optimalkan kelima panca inderanya untuk membentuk kesan yang kuat pada memorinya.

Biasakan Rapi dan Disiplin

Sementara untuk membantu anak tidak melupakan barang-barangnya dan tidak teledor, maka biasanya anak bertindak rapi dan disiplin untuk meletakkan barang-barang sesuai dengan tempatnya. Misalnya bedakan di mana tempat menaruh peralatan sekolahnya, buku-buku pelajaran, alat-alat bermain, peralatan keterampilan, buku-buku sekolah maupun buku-buku komiknya. Kebiasaan kecil ini kalau diremehkan akan membentuk sikap teledor dan pelupa sampai dewasa.

Musik, Seni dan Olah Raga

Di pagi hari, hidupkan musik yang dinamis, siang hari musik yang lebih menenangkan agar anak bisa beristirahat. Musik apapun merupakan stimulan yang ampuh untuk membuat kita tenang atau memberikan dorongan semangat. Dorong anak mengembangkan bakat seni atau olah raga yang nampak disukainya. Bermain yang membutuhkan banyak gerakan fisik juga merupakan salah satu bentuk olah raga ringan yang bagus untuk merangsang otak kanannya seperti bersepeda atau kejar-kejaran. Akan lebih bagus lagi apabila lebih rutin dan terkontrol seperti berenang, lari pagi tiap minggu, karate dll.

Membaca dan Berbahasa yang Baik dan Benar

Membaca merupakan media untuk membuka jendela dunia. Kebiasaan membaca buku-buku yang baik yang memiliki kosa kata dan dialog yang baik merupakan contoh yang sering menjadi bahan imitasi berbahasa anak sehari-hari. Maka berikan buku-buku bacaan yang berkualitas. Demikian pula cara kita berbicara akan sering didengar anak dan menjadi contoh pula caranya berkomunikasi dengan orang lain, jadi pergunakan cara berbahasa yang baik dan benar. Membacakan cerita sebelum tidur, selain akan menambah kosa kata anak juga akan melatihnya berbahasa sesuai dengan dialog yang didengarnya.

Melatih Daya Tahan terhadap Rasa Kecewa

Banyak orangtua yang merasa bersalah karena masa kecilnya yang serba kekurangan atau merasa kurang waktu untuk anak, kemudian menggantikannya dengan memenuhi segala permintaan anak. Pada akhirnya anak sama sekali tidak pernah merasakan bagaimana rasanya ditolak keinginannya, bagaimana menahan keinginan, ataupun rasa kecewa ketika gagal mencapai suatu hal. Padahal hal-hal ini sangat berguna untuk merangsang kemampuan mengontrol diri dan melatih stabilitas emosinya, kemampuan pada otak kanan yang berhubungan dengan kecerdasan emosinya kelak. Jadi sesekali boleh kita melakukannya, tetapi tentu saja jangan biarkan anak frustrasi berkepanjangan, komunikasi dan berikan pengertian sehingga anak bisa belajar mentoleransi dan beradaptasi dengan rasa kecewanya. Selamat berlatih dan membiasakannya menjadi kebiasaan rutin dan baik.

Sumber: http://radmarssy.wordpress.com

Wednesday, 14 July 2010

[Cerita Kesehatan] Tidur Nyenyak Penting bagi Pertumbuhan Anak

Jangan sepelekan kebutuhan tidur anak. Karena, saat tidur pertumbuhan otak balita (bayi di bawah lima tahun) mencapai puncaknya. Otak juga mengonsolidasi segala memori dan pengetahuan baru. Tak hanya itu, otot, kulit, sistem jatung dan pembuluh darah, metabolisme tubuh, dan tulang mengalami pertumbuhan pesat saat tidur. Hal itu disebabkan tubuh balita memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan ketika dia terbangun.

"Namun sayang, banyak orangtua yang belum menyadari bahwa tidur berkualitas merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan balitanya," kata dokter sepesialis anak yang juga Konsultan Tumbuh Kembang Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jakarta, Rini Sekartini dalam acara media gathering yang membahas seputar rahasia tidur nyenyak bayi, di Jakarta, belum lama ini.

Acara yang diselenggarakan PT Johnson & Johnson -- produsen kosmetik bayi-- itu juga menghadirkan artis Arzetti Bilbina, ibu tiga anak balita yang berbagi pengalaman seputar kebiasaan tidur nyenyak ketiga buah hatinya itu.

Merujuk satu penelitian Sekartini dkk pada 2004-2005 di lima kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Medan, Palembang dan Batam), Rini mengungkapkan, sebanyak 72,2 persen orangtua menganggap masalah tidur pada balita bukan masalah atau hanya merupakan masalah kecil.

Penelitian yang sama juga mengungkapkan, ada sekitar 44 persen balita yang mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari dan kurang tidur. "Bayi dikatakan mengalami gangguan tidur jika pada malam hari tidurnya kurang dari 9 jam, terbangun lebih dari 3 kali dan lama terbangunnya lebih dari 1 jam. Selama tidur bayi terlihat selalu rewel, menangis dan sulit jatuh tidur kembali," tutur Rini.

Masalah gangguan tidur tak hanya terjadi di Indonesia. Dr Rini memamparkan hasil penelitian di sejumlah negara, antara lain, di Beijing, China dikatakan 23,5 persem anak usia 2-6 tahun mempunyai gangguan tidur. Di Swiss, ada 20 persen anak usia 3 tahun terbangun setiap malam. Sedangkan di Amerika, sebanyak 84 persen anak usia 1-3 tahun menderita gangguan tidur yang menetap (sulit untuk tidur pada waktu malam/terbangun pada malam hari).

Besaran jumlah jam tidur anak, disesuaikan dengan tingkatan umurnya. Bayi baru lahir biasanya tidur selama 16-20 jam per hari, bayi usia 2-12 bulan jumlah waktu tidurnya mencapai 9-12 jam pada malam hari dengan tidur siang 1-4 kali sehari.

Sedangkan anak usia 12 bulan-3 tahun, biasanya tidur 12-13 jam sehari dengan rata-rata tidur siang satu kali saja. Kalau anak sudah berusia di atas 4 tahun, seorang anak dapat tidak membutuhkan tidur siang lagi.

Rini menyebut beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tidur anak di malam hari. Faktor pertama terkait dengan masalah fisik seperti rasa lapar dan haus serta adanya gangguan pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran napas, saluran kemih, otot atau tulangnya.

"Makanan dan minuman juga berpengaruh. Bayi lebih gampang tidur dalam keadaan kenyang. Dan jenis makanan atau minuman tertentu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat asma juga mempengaruhi tidur balita," ujarnya.

Faktor lainnya adalah masalah psikis, yang terkait dengan tahapan perkembangan anak, pola asuh, temperamen, aktifitas dan faktor lingkungan. "Ada kebiasaan tidur di Indonesia yang tidur satu ranjang anak dengan orangtuanya. Sebaiknya pisahkan bayi sejak kecil ketika mau tidur, sehingga ketika orangtuanya "bergeser" sedikit saja anak langsung rewel," katanya.

Tidur Dalam


Untuk mendapat tidur berkualitas, menurut Rini, balita harus dapat melewati dua tahapan tidur, yaitu "tidur dalam" atau istilahnya fase tidur nonrapid eye movement (non-REM) dan "tidur aktif" atau yang biasa disebut tidur REM.

Pada tahapan "tidur dalam" aktivitas otak regular masih terus berjalan. Fase ini berperan penting dalam perbaikan sel-sel tubuh dan produksi hormon pertumbuhan yang maksimal sekitar 75 persen. Sedangkan fase tidur aktif ditandai dengan adanya gerakan bola mata yang sangat cepat, detak jantung dan pernapasan yang terus meningkat dan tidak stabil dengan sering kali disertai mimpi.

"Pada tahapan ini metabolisme otak berada pada tingkat paling tinggi sehingga berpengaruh pada restorasi atau pemulihan emosi dan kognitif bayi dan batita," ucapnya.

Tahapan tidur REM dan non-REM terjadi bergantian dan membentuk suatu siklus tidur. Proporsi tidur REM pada awal bayi baru lahir adalah sebanyak 50 persen dan akan terus berkurang seiring dengan pertambahan usia bayi. Pada akhirnya hanya akan menjadi 20 persen saja dari keseluruhan siklus tidur. Pada anak lebih besar didominasi dengan fase tidur non-REM.

Ia menyebut ciri-ciri balita cukup tidur, yaitu, ia akan dapat jatuh tertidur dengan mudah di malam hari, terbangun dengan mudah dan tidak memerlukan tidur siang yang melebihi kebutuhan sesuai dengan perkembangannya.

"Tidur pagi dan siang berkaitan erat dengan lamanya atensi dan cepatnya proses pembelajaran. Pada anak usia 3 tahun, anak yang tidur siang akan memiliki kemampuan lebih adaptif atau mudah menyesuaikan diri. Hal itu penting untuk proses keberhasilan di sekolah," katanya.

Jika anak yang kurang tidur pada malam hari, lanjut Rini, akan mengantuk pada siang hari. Hal itu akan mengganggu proses kreatifitasnya selama terbangun. Untuk menanggulangi masalah tidur, orangtua perlu memperhatikan kondisi fisik balitanya. Kalau ada masalah atasi segera. Penting juga untuk kurangi aktifitas fisik pada sore-malam agar anak tak sering kaget saat tidur di malam hari.

Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan kondisi psikis anak dengan memperbaiki pola asuh, kualitas sentuhan, dan kenali temperamennya serta faktor lingkungan harus mendukung. Karena tidur merupakan perilaku yang dipelajari yang dapat dibentuk melalui rutinitas dan kebiasaan tidur yang baik.

"Paling ideal kebiasaan tidur nyenyak itu dimulai sejak anak berusia 3-6 bulan. Jika lebih dari 6 bulan bayi juga masih belum menemukan pola tidur yang teratur, maka ini perlu diwaspadai. Karena hal itu bisa berarti adanya gangguan tidur yang dialaminya," kata Rini menegaskan.

Dampak masalah kurang tidur pada balita, untuk fisik adalah gangguan pertumbuhan badannya karena pengeluaran hormon selama tidur menjadi "kacau", kerentanan fungsi imun atau daya tahan tubuh, iregulasi sistem endokrin, kegemukan dan mengantuk.

Sedangkan untuk masalah kognitif, adalah anak jadi kehilangan konsentrasi, lambat, kurang waspada, kurang perhatian, gangguan pembelajaran hingga prestasi akademik yang menurun. Pada kemampuan geraknya, anak menjadi kurang cermat dan ceroboh.

"Terganggunya tidur si kecil otomatis akan mengganggu kualitas tidur orangtua, sehingga berpotensi menimbulkan keletihan, bahkan stress pada orangtua," kata Rini menambahkan.

Melihatnya pentingnya tidur nyenyak pada bayi mendorong PT Johnson & Johnson mengembangkan produk kebutuhan bayi yang dapat membuat bayi tidur lelap melalui serangkai produk Johnsons's Baby Bedtime. Seperti dikemukakan Manager Marketing Johnson's Baby, Lita S. Bandar, produk Johnson's baby bedtime dengan bahan natural calm dari ekstrak jasmine blossoms yang secara klinis dapat membantu balita tidur lebih nyenyak.

Berdasarkan penelitian klinis yang dilakukan oleh perusahaannya bahwa terdapat tiga langkah yang dapat membantu balita tidur lebih nyenyak yaitu dengan memandikan balita dengan air hangat, memijat lembut balita dan melakukan aktivitas tenang seperti membaca dongeng, meninabobokan atau memperdengarkan musik tenang sebelum menidurkan balita.

"Jadi tak ada alasan lagi bagi orangtua yang mengaku kesulitan menidurkan anaknya. Bukan saja anak yang senang, tetapi juga orangtua. Orangtua juga bisa tampil lebih segar, karena cukup tidur," kata Lita.

Sumber Artikel
Gizi.net - Tidur Nyenyak Penting bagi Pertumbuhan Anak
Sumber: Suarakarya.com
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1203319375,51181,